Jumat, 09 September 2016

Opname (lagi).

Ass..

Setelah minggu-minggu yang berat, Alhamdulillah sy masih bisa ngepost lagi kae biasany.

Jadi sekitar 2 minggu lalu, hari Minggu, lebih tepatny lagi Minggu siang, sy ke Kemala Beach. Ga' renang, ga' main air. Cuma di pasir doang sebentar nemanin ponakan, setelah itu cuma nongkrong makan eskrim sama pisang keju coklat. Kalo boleh dibilang cuma ganti tempat leyeh-leyeh, dari rumah ke Kemala Beach (bahkan nulis ni "Kemala Beach" sekarang bikin sy merinding disko XD ).

Pulang dari Kemala Beach sempat istirahat bentar, langsung lanjut jalan lagi. Emang kondisi udah mulai sore dan sy cuma pake baju tipis. Tapi bener-bener ga' nyangka baju tipis yang udah biasa sy pake itu terasa tipisny berkali-kali lipat lebih dari biasany. Sepanjang perjalanan cuma bisa menggigil. Niat mau jalan agak lama akhirny batal, langsung pulang ke rumah lagi dan langsung tepar.

Senin pagi mau pergi kerja, tapi badan rasany udah hancur ga' karuan. Akhirny ga' jadi masuk kerja, niat cuma mau istirahat sehari dirumah. Tapi setelah cek suhu badan, panas ini badan mencapai 39 derajat. Sama si mama sy langsung dilarikan ke rumah sakit. Awalny disuruh langsung ke UGD, secara badan udah hancur lebur ga' karuan. Tapi karena sy ngerasa masih bisa jalan dan masih banyak yang jauh lebih parah dari sy yang lebih pantas masuk UGD, akhirny sy tetep aja cek di poli umum kae biasany. Walopun selama menunggu sy rada menyesalkan keputusan sy untuk ga' langsung ke UGD aja XD

Begitu cek suhu badan di poli umum, suhu udah meningkat lagi sampe 40,5 derajat. Langsung cus disuruh cek darah. Dan kalo boleh berpendapat ya, mungkin antara poli umum dan laboratorium perlu dikasih minibus. Jauh bangettt, dari ujung ke ujung. Dan ini badan rasany bener-bener udah hancur ga' karuan. Nunggu hasil lab 1 jam, berasa sekali waktu berjalan pelan banget. Antara kepala berat cenat-cenut, badan ga' berenti menggigil, perut rasany siap meledak kapan aja.

Begitu hasil lab keluar, balik lagi ke poli umum yang jauhny ga' nanggung itu. Sejujurny waktu baca hasil labny, sy ga' ngerti kesimpulanny apaan. Tapi begitu dibawa ke dokter umum lagi, langsung muncul 1 kesimpulan : sy harus opname. Saking berasa hancurny badan, sy sampe ga' sempat lagi buat berasa kaget shock dan segala macam printilan itu. Dokter bilang, sy Typus dan Dbd. Waktu dokterny menjelaskan, cuma 1 hal di kepala saya : sy ga' kuaaatttt.

Sore baru bisa masuk kamar.

Malam baru bisa pasang infus setelah beberapa perawat bergantian berusaha dedel doel tangan sy. Bilangny nadi sy halus. Whatever laahh, yang penting badan sy bisa sembuh lagi.

Masuk ruang rawat inap, suhu saya 41 derajat.

Beberapa hari dirawat, suhu badan sy ga' pernah dibawah 39 derajat. Bilangny suhu badan sy yang panas itu yang menyebabkan kepala sy berasa mau pecah. Muka merah kae kepiting rebus, mata merah, bibir pucat, benar-benar kae orang yang pasrah mau diapain aja.

Dokter bilang, sy positif Typus (lagi) dan Dbd, tapi lebih dominan Typus, Typus kali ini benar-benar jauh beda dari yang dulu waktu sy opname jaman kuliah. Yang kali ini sy benar-benar ga' bisa ngapa-ngapain. Gerakin badan sedikit aja berasa kae seribu jarum nancep di kepala. Ubah posisi dikit aja berasa semua isi perut minta dikeluarin lagi.

Hari Selasa dan Rabu, mungkin kalau bisa dibilang titik terendah dihidup sy. Banyak terjadi hal-hal yang membuat sy berpikir, "Kematian benar-benar bisa datang kapan aja".

Beberapa kali ngalamin kejadian-kejadian yang luar biasa dalam 2 hari itu. Yang ga' akan mungkin sy lupain dalam hidup sy.

Skip.

Di opname sampe semingguan. Dan selama semingguan itu juga sy ga' bisa makan dan minum. Perut sy benar-benar ga' bersahabat, efek dari sakit dan juga efek dari obat yang sy terima. Selama semingguan itu juga sy ga' bisa tidur nyenyak. Tiap saat kebangun antara kepala yang ga' berenti nyeri, perut yang ga' berenti bergejolak, sendi-sendi yang ga' berenti linu, dan sekujur badan sy yang rasany ga' karuan. Kalau mau pasrah, mungkin saat itu sy benar-benar pasrah atas apapun yang bakal terjadi.

Hari terakhir sy opname pun sebenerny badan masih kurang fit. Suhu badan masih ga' jauh-jauh dari 37 derajat. Lambung masih belum bisa sepenuhny menerima makanan dan minuman. Kepala masih berat, berasa mabuk laut darat udara. Tapi berhubung infus lagi dilepas (tangan bengkak untuk kesekian kaliny) dan trombosit sudah dibatas normal, akhirny dibolehin pulang sama dokter.

Beberapa hari keluar rumah sakit, badan masih amburadul. Masih belum bisa ngangkat kepala lama-lama. Tapi karena sudah mulai bisa makan, akhirny sy makan aja apa yang ada. Alhamdulillah dapat banyak makanan dari yang datang menjenguk, jadi standby banyak makanan di rumah. Sejak bisa makan jadi berasa balas dendam, semua dimakan, dan ga' berasa kenyang sedikitpun XD

Well, yah ini benar-benar minggu-minggu yang cukup berat. Sakit yang mendadak. Mendadak harus istirahat total dalam jangka waktu yang lama (sy ga' kerja selama 2 minggu wow!), mendadak semua rencana buyar seketika. Tapi yah benar-benar harus dinikmati istirahat totalny. Sekitar 5 hari di rumah sakit sy cuma bisa tiduran, bahkan megang hape juga ga' bisa.

Allah selalu punya cara. Walo dengan sakit. Walo dengan bumbu-bumbu hal yang bisa membuka mata. Tapi Allah selalu punya cara.

Dan ga' ada hal lain yang bisa dilakuin selain terus percaya, di keadaan gimanapun, Allah selalu menjaga kita =)

Main pasir @Kemala Beach

Sy sebelum sakit, xixi..


Selasa, 30 Agustus 2016

Finally Down..

Ass..

Kali ini ngepost dari tempat yang super kece : RSPB! 😂

Sejak 2 hari lalu badan tiba-tiba drop drastis. Kondisi sekarang pun masih naik turun.. Tapi semoga sakit ini bisa menghapus dosa saya. Aamiin ☺


Jumat, 19 Agustus 2016

When Things Get Better, should I say thank you?

Hey there, how are you? 1 month already, right?
I'm fine here, as you wish. Don't worry..

Sejak kamu pergi, kehidupanku perlahan kembali membaik.

Aku kembali memiliki waktu untuk diriku sendiri. Saat bersamamu sulit bagiku untuk mengabaikan segala telpon dan chit chat denganmu. Aku yakin kamu sangat mengerti mengenai hal itu ^_^" Sulit bagiku untuk menikmati film yang sangat aku sukai sementara sedang telponan denganmu. Sulit untuk sekedar beristirahat sejenak tidak melakukan apapun sementara bbm darimu datang. Sulit untuk melakukan segala macam hobiku. Sangat sulit mengabaikanmu. Aku tidak menyalahkanmu, karena tiba-tiba saja duniaku berputar hanya di kamu. Aku tidak semangat membuat kue, tidak semangat merajut, buatku semua hal itu tidak lagi menarik. Ada hal yang lebih bersinar dimataku saat itu. Kamu.

Aq kembali memiliki jam tidurku. 8 jam sehari, tidak kurang. Itu yang selama ini aku terapkan dihidupku sebelum bersamamu. Bahkan aku sering membatalkan kegiatan lain hanya untuk memenuhi jam tidur harianku. Tapi saat bersamamu, bahkan aku sering tidak tidur. Kamu ingat saat bulan puasa kemarin? Aku pikir kita akan bisa perbanyak beribadah, perbanyak waktu istirahat. Setelah kasus waktu itu, aku bahkan pernah berpikir ga' akan ada kamu lagi dihidupku. Tapi justru sebalikny, telponan kita semakin intens. Seringny aku baru bisa tidur setelah sahur. Dan memang, paginy aku dikantor remuk redam.. Pulang malam, telponan sampai sahur, tidur, pergi kerja, dan berulang seterusnya. Aku tidak pernah menyalahkanmu, aku tidak pernah mengeluh dan tidak pernah memberitahumu mengenai hal itu, karena saat itu aku sangat menikmati setiap detik waktu yang kuhabiskan denganmu.

Aku kembali bisa beribadah dengan full. Menghabiskan waktuku lebih banyak dengan pencipta-Ku, tanpa membuatku merasa mengabaikan orang lain. Kembali bisa beribadah dengan lebih baik, tanpa separuh merasa bersalah atas diri sendiri. Aku tau kamu sangat mengerti hal ini. Sekali lagi aku tidak menyalahkanmu, karena saat itu, itulah pilihanku. Aku merasa, hidup hanya cukup melakukan hal yang wajib, tanpa perlu melakukan hal-hal tambahan lainny. Tapi saat ini tidak begitu. Kamu juga memberiku banyak inspirasi untuk soal yang satu ini. Makany, aku ga' pernah menyalahkanmu. Hanya aku saja yang saat itu kurang bijak membagi waktu, dan saat ini aku sedang belajar untuk menjadi lebih bijak dan lebih baik.

Aku kembali menikmati hasil jerih payahku yang aku terima setiap bulan. Saat bersamamu, sepertiny sudah naluri alamiahku untuk lebih memikirkan masa depan. Tidak lagi menghabiskan dan menghambur-hamburkan uang. Berpikir berulang kali saat tertarik dengan suatu hal. Bahkan seringny meredam inginku, hanya untuk masa depan yang masih tidak pasti. Tapi saat ini tidak lagi. Masih ada porsi-porsi yang harus aku berikan untuk diriku sendiri. Aku mulai lebih memanjakan diriku sendiri. Mulai menikmati segala hasil jerih payahku.

Aku mulai lebih menikmati segala hal sejak kamu pergi. Menikmati setiap makanan yang masuk kemulutku. Menikmati setiap musik yang kudengar. Menikmati setiap jalan yang kulewati. Aku tidak lagi menghabiskan waktu memikirkan segala hal yang kupikir adalah bentuk pengabaianmu terhadapku. Aku tidak lagi memikirkan hal-hal tidak penting. Aku perlahan mulai berusaha mengembalikan kondisi kesehatanku. Mulai kembali menaikkan berat badanku (turun 8 kg hanya dalam beberapa minggu sementara aku tidak diet adalah hal yang penting buat aku). Mungkin kamu tidak sadar ya beratku turun drastis ^_^"

Sejak kamu pergi, kehidupanku mulai membaik disegala aspek.

Memang kepergianmu sempat membuatku benar-benar terpuruk. Pertama kaliny dalam hidup aku merasa ada yang patah di dalam hati. Pertama kaliny aku merasa membuka mata di pagi hari adalah hal yang sangat berat, mengingat ada hal yang biasany ada, menjadi tidak ada. Pertama kaliny aku merasa hancur tidak bersisa. Tidak bisa tersenyum, tidak juga bisa menangis. Tapi seperti yang pernah aku dengar, seseorang setidakny harus merasakan satu kali patah hati sebelum menemukan cinta sejatiny. Jadi mungkin patah hatiku ini adalah pembuka jalan untuk menemukan cinta sejatiku, aku yakin.

Jadi yaa.. Aku belum pernah merasa lebih baik dari ini sebelumny. Mungkin ini adalah efek darimu, sehingga aku bisa seperti sekarang. Ternyata aku lebih kuat dari yang aku kira. Ternyata aku tidak apa-apa setelah kamu pergi. Mungkin ini cara Allah untuk benar-benar menghapus sosokmu dihidupku setelah hampir 2 tahub bersemayam. Terima kasih, karena kamu telah memberikan hidupku kembali.

I'm fine now.
And I hope u fine too, there.
=)

Jumat, 12 Agustus 2016

Berdamai is the only way

Ass..

Kalau diperhatikan ya, sy yang sekarang masih ga' ada bedany dengan sy setaun yang lalu, bahkan dengan sy bertaun-taun yang lalu. Masih banyak hal yang ga' berubah, stuck di situ-situ aja. Bukanny ga' pernah berusaha, tapi mungkin memang ada hal yang ga' bisa diubah.

Sekitar setaun yang lalu sy mulai intens datang ke dokter kulit untuk mengobati alergi-alergi sy. Ga' cuma 1 dokter, tapi sampe beberapa orang dokter. Mulai dari minum obat hingga beberapa macam obat, pemakaian krim, sampe dikasih obat semprot hidung. Tapi semua ga' ada hasil yang berarti. Sampe disuatu saat dimana sy benar-benar ngerasa putus asa dengan semuany, sy ngambil keputusan untuk melakukan tes alergi. Terlihatlah beberapa macam alergi sy, mulai dari yang standar sampe yang aneh-aneh (sy udah pernah cerita di beberapa postingan lalu).

Akhirny sy mulai mencegah untuk ga' mengkonsunsi makanan-makanan pencetus alergi seperti kacang-kacangan (sudah hampir setaun sy benar-benar mengurangi tempe dan tahu, mengurangi bumbu-bumbu kacang, kecap, dan segala macam jenis kacang-kacangan). Mengurangi konsumsi nasi. Ga' makan apel dan kentang. Selalu menggunakan masker setiap kali menjemur baju, nyetrika, bahkan tiap kali buka lemari baju. Mengurangi bersentuhan dengan kucing (ini hal yang paling berat. Walau mungkin bagi orang sy tetap intens dengan kucing, tapi buat sy ini benar-benar usaha maksimal yg bisa sy lakuin). Tapi alergi tetap datang.

Sy mulai rutin mengganti air putih dengan air rebusan temulawak selama beberapa bulan (sy ga' biasa minum jamu dan ini sungguh-sungguh menyiksa). Alergi tetap ada, dan efek samping yang sy dapat adalah berat badan sy mengalami peningkatan yang sangat signifikan =( Sepertiny nafsu makan sy meningkat pesat selama mengkonsumsi temulawak. Akhirny sy berhenti mengkonsumsi temulawak, dan kembali ke air putih =D

Sy sudah tidak pernah lagi menggunakan aksesoris-aksesoris imitasi kae gelang-gelangan, kalung, anting, cincin, jam tangan, bahkan sabuk dan jarun pentul jilbab. Untuk jam tangan,  sy tipe orang yg risih kalo ga' pakai jam, jadi beberapa waktu lalu sy gerilya mencari jam tangan yang pengaitny tidak berbahan besi. Dan Alhamdulillah ternyata ada =) Sampe saat ini, alergi yang satu ini ga' berhasil dihilangkan. Bahkan untuk sabuk dan jarum pentul, satu-satuny solusi yang terpikirkan buat sy adalah menggunakan hansaplast dikulit sy walopun ga' luka =')

Alergi sy tidak pernah sembuh sampai saat ini. Bahkan disetiap habis mandi, disetiap habis cuci muka, bahkan berdiam beberapa saat didepan kipas angin membuat sy flu. Tapi ga' mungkin kan sy ga' mandi atau cuci muka hanya karena itu ;)

Seperti sudah ga' ada yang bisa dilakukan lagi. Tapi ternyata ada 1 hal yang masih bisa sy lakukan, yaitu berdamai dengan kondisi tubuh sy. Setelah mencoba sekian macam cara, konsultasi dengan beberapa dokter, dan tidak ada perubahan. Berarti sy harus menerima memang seperti inilah sy. Dan ternyata hasilny ga' buruk-buruk amat. Sy ga' lagi ngerasa tersiksa setiap kali alerginy kumat. Sy tidak lagi terlalu membatasi gerak sy. Sy berusaha menikmati setiap 'derita'nya =D Dan hidup ternyata masih berjalan normal...

Dan untuk yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Usaha memperbaiki diri ditengah segala rasa bersalah sy. Dan perasaan kesal dan kecewa atas perlakuan yang sy terima. Ditengah kebimbangan sy, dimana sy ingin memperbaiki semuany tapi juga ga' ingin. Ditengah kondisi yang naik dan turun. Ditengah segala ke'labil'an yang sy rasakan, yang jujur itu membuat sy tersiksa. Rasa marah yang tiba-tiba datang, rasa bersalah yang tiba-tiba datang, rasa kecewa yang tiba-tiba datang, rasa rindu yang tiba-tiba datang. Semacam dipermainkan dengan diri sendiri. Tapi berkaca dengan hal yang sy bicarakan tadi, mungkin saat ini pun sy harus berdamai. Berdamai dengan keadaan. Berdamai dengan perasaan. Berdamai dengan masa lalu. Berdamai bahwa sy memang seperti ini. Bahwa menghapus tidak semudah menumbuhkan. Bahwa memperbaiki tidak semudah merusak. Berdamai, dengan segala macam hal yang ada dihati.

Be brave.
Be positive.
Be me.

Senin, 08 Agustus 2016

Self Forgiving

Ass..

Diantara semua hal, yang paling sulit adalah memang memaafkan diri sendiri. Mencoba bangkit, mencoba untuk berdiri tegak, mencoba untuk melangkah. Memaafkan diri sendiri atas segala hal yang terjadi aja sulit, apalagi berpikiran untuk memaafkan orang lain?

Amarah masih ada. Rasa sakit masih tersimpan rapi. Kecewa atas diri ini atas segala hal yang seharusny bisa dicegah. Kecewa atas lemahny diri ini memaklumi kesalahan orang lain. Kecewa atas begitu cepatny melupakan segala hal buruk yang pernah terjadi. Kecewa atas terlalu banyakny kesempatan untuk orang lain yang seharusny tidak mendapat kesempatan sebanyak itu.

Setelah semua hancur, hingga hilang arah. Setelah semua rasa percaya sirna. Setelah kecewa datang bertubi-tubi. Setelah luka yang belum mengering, kembali dilukai lagi, ditempat yang sama, dengan keadaan yang lebih parah.

Di keadaan yang seperti itu, apa lagi yang bisa dilakukan selain mencoba menerima semuany dengan rela walaupun berat?

Apa lagi yang bisa dilakukan selain mencoba memaafkan diri sendiri,karena keteledoran sehingga membiarkan diri ini dilukai. Lagi. Oleh orang yang sama. Untuk kesekian kaliny.
Apa lagi yang bisa dilakukan selain mencoba mengerti mungkin memang ini jalan yang harus ditempuh. Mungkin ini yang akan menguatkan di masa depan. Mungkin ini satu-satuny cara untuk benar-benar meninggalkan hal yang selama hampir 2 tahun ini menghantui. Mungkin ini cara agar dapat melanjutkan hidup menjadi lebih baik. Jauh lebih baik.

Tapi memaafkan diri sendiri memang ga' mudah. Atas segala kesempatan yang sudah diberi. Atas segala kepercayaan yang sudah disia-siakan. Atas segala waktu yang telah terbuang.

Mungkin memaafkan diri sendiri belum bisa sy lakukan saat ini. Masih belum bisa mengikhlaskan semua yang terjadi, semua yang berlalu.

Tapi dengan kejadian ini, sy jadi mengerti orang seperti apa yang sy inginkan untuk ada dihidup sy kedepanny.

"Bagaimana duniamu setelah pergi meninggalkanku?
Setelah semua yang kupertahankan kamu hancurkan.
Kamu bikin berantakan.

Aku ternyata masih baik-baik saja. Hidupku tetap bahagia. Kamu bukanlah orang yang akan kubiarkan merusak rencana-rencanaku untuk masa depan.
Tanpa kamu, aku masih bisa memelihara warasku."
-Boy Candra