Minggu, 06 Desember 2015

I'm a catlady but...

Ass..

Sama seperti yang sebelum-sebelumnya. Banyak yang terjadi akhir-akhir ini. Cuma sy terlalu malas untuk membuka laptop dikarenakan satu dan lain hal. Tapi, seperti sy yang biasany, still the stubborn me, sy ga' mau donk kalah sama laptop. Emang siapa dia bisa ngebuat sy "takut" untuk ngebuka laptop? Well,, here we go...

Sekitar 2 minggu lalu, ditengah keputus asaan, ditengah kebingungan atas banyak hal, akhirny sy memutuskan untuk melakukan tes alergi. Ternyata ga' sengeri bayangan sy. Ga' menyakitkan sama sekali (fiuuuhh...).

Skin Prick Test namany. Jadi dikedua lengan bawah sy diberi tanda dengan spidol, ada sekitar 34 titik kalo sy ga' salah ingat. Dimasing-masing titik itu dikasih berbagai macam cairan, alergen atau apa ya namany..? Cairanny macam-macam, ada debu, bulu hewan, makanan mulai beras, buah-buahan, sampe seafood. Kalau memang ada alergi, nanti kulit akan bereaksi dengan cairan-cairan itu.

Ga' begitu lama tesny. Yang lama itu saat dokterny memasukkan cairan-cairan itu satu per satu di tangan sy. Setelahny cuma didiamkan sampe 20 menit. Dan benar, mulai keliatan bentol-bentol merah-merah dan gatal di tangan ini, tepat dititik-titik cairan tadi dimasukkan. Ga' semuany memang, tapi cukup banyak menurut sy. Apalagi tangan kiri sy, rasa seperti terbakar >_<

Setelah 20 menit, akhirny dokterny memeriksa hasilny. Dan keliatan dengan jelas yah, memang ada beberapa hal yang membuat sy alergi.

Hasil tes
Seperti yang terlihat, hasilny cukup mengejutkan. Untuk Blomia Tropicalis, itu debu tungau. Untuk yang ini sy jujur ga' kaget. Dari kecil sudah terlihat koq. Sy ga' bisa dekat-dekat dengan boneka, terutama yang berbulu panjang. Tempat tidur seperti momok buat sy. Sy ga' bisa tidur diatas seprai kusut, diatas seprai yang kasar, diatas kasur yang belum dikebut, diatas kasur yang ada bonekany, it's a big no buat sy. Kae jaman kecil dulu, seperti anak perempuan pada umumny sy punya banyak boneka. Boneka beruang, boneka kura-kura, boneka kaki panjang, cukup banyak kalau dihitung dengan 10 jari. Semua sy letakkan ditempat tidur, sebagai teman tidur ceritany. Dari awal sudah terlihat sy "sedikit" ga' bisa dekat-dekat dengan boneka. Mulai dari merah-merah, bentol-bentol, yang parah kalo pas lagi tidur dan ga' sadar tangan ini ngegaruk-garuk. Akhirny luka-luka deh kulit. Semakin besar, sy mulai sadar dan ga' lagi meletakkan boneka diatas tempat tidur.

Kejadian lainny mulai keliatan waktu sy kuliah. Saat membersihkan kamar, sy ga' bisa kalo ga' pake masker. Pernah pada awalny karena ga' tau, sy sibuk beresin kamar seperti biasa. Dan hasilny, bersin yang jumlahny ga' terkontrol lagi. Semakin parah sejak sy opname akibat tipes. Semua alergi yang awalny ga' ada menjadi ada. Horor.

Untuk hal-hal lainny, sy yang saat kuliah sama seperti abege pada umumny. Sy suka pernak-pernik yang lucu. Gelang, kalung, anting, jam tangan. Dan hasilny, I can't touch it. Pertama sy sadar sesaat setelah sy make anting mainan. Dalam waktu singkat telinga sy gatal, merah, dan berair. Enough. Sejak itu sy ga' pernah lagi membeli anting mainan. Hasil yang sama untuk cincin, gelang, kalung, jam tangan, sabuk, bahkan kancing celana jeans. Ironis, sy ini tipe orang yg mungkin ga' bisa hidup tanpa celana jeans =DD Saat kerja sekarang pun kadang sy suka ngotot pake kalung-kalung lucu. 8 jam sy pakai kalungny, gatal merah dan berairny bisa seminggu lebih =D Oh, God... Yang paling bikin sedih adalah sy ga' bisa lagi pake jam yang lucu-lucu. Padahal sy suka. Tapi mungkin ini bagus juga ya, sy ga' bisa pake barang imitasi, berarti kulit sy ini ga' bisa ditipu kalau-kalau suatu saat dibutuhkan,,hahaha..

Eniwei, balik ke hasil tes. Sy harus mulai mengurangi konsumsi nasi, gandum, cereal (yang perlu diketahui, padahal sy baru mulai mencoba mengkonsumsi makanan organik seperti gandum, chia, yogurt, susu kacang), mengurangi ayam, seafood. Sungguh berat karena sy sangat  suka seafood! Tapi inilah hidup ya, penuh dengan pilihan =) Makan enak atau makan sehat, this is my choice =) Tapi memang alergi ini suatu saat harus sembuh, I know I can.

Terakhir, yang sungguh mengejutkan dan membuat sy ga' mampu lagi berkata-kata adalah "Cat Fur". I'm a catlady but I'm allergic to cat's fur? This is a joke, right? Sekian ajalah untuk alergi ini, sampe sekarang rasany masih sulit untuk menerimany.

Once again. I'm a catlady but I'm allergic to cat's fur.

I know God knows what's best for me =)



About soulmate

Beberapa waktu lalu, ditengah rameny kepedulian orang disekitar sy atas kesendirian sy yang terkadang membuat sy banyak berpikir.. Benarkah semua yang sy lakukan ini? Pantaskah sy bersikap seperti ini? Sudah benarkah keputusan yang sy ambil saat ini? Tiba-tiba menemukan banyak banget kata-kata penyemangat bahwa pilihan sy ini ga' salah. Ini hidup sy, ini jalan sy, ini pilihan sy. Sy yang tau keadaan seperti apa yang bisa dengan ikhlas sy jalani..

"Mungkin, selama ini kamu sudah membangun tembok yang tinggi demi membentengi mereka yang datang dan ingin menyatakan isi hati. Padahal, Tuhan jelas-jelas menjadikan jodoh sebagai salah satu perkara yang paling rahasia. Kamu tak pernah tahu siapa, kapan, dan darimana jodohmu akan datang. Dan ketika jodoh masih jadi teka-teki, tak ada salahnya membuka diri atas segala kemungkinan yang bisa terjadi." -Hipwee

"Tak apa jika saat ini kamu masih memilih hidup sendiri. Menikmati waktu dan sibuk dengan duniamu sendiri. Merasa sudah cukup bahagia sehingga tak mau buru-buru mencari pasangan atau bahkan menjalani pernikahan. Sekarang, kamu berhak menjalani apa yang memang membuatmu merasa nyaman." -Hipwee

Jangan khawatir. Nanti akan datang masany dimana sy akan benar-benar bangkit, akan datang masa dimana sy akan membuka "pintu" sy selebar-lebarny, akan datang masa dimana sy berani mempertaruhkan lagi hati sy. Akan datang masany, saat orang yang tepat itu datang..

Jangan khawatir. Untuk saat ini mungkin sy seorang diri pun sudah cukup nyaman. Luka tak terlihat yang masih belum mengering, isi kepala yang masih belum dapat berpikir jernih, mental yang mungkin saat ini sedang berjuang menyembuhkan diriny. I'll be okay. Untuk saat ini, tak apa, tolong biarkan sy sendiri dulu. Jangan cemas, ini pilihan sy.

Kalau dibilang takut, ya sy memang takut. Luka ini masih belum mengering, masih terbuka, masih menyakitkan. Kalau dibilang sy terlalu pemilih, mungkin benar juga. Sy ga' akan biarkan seorangpun menyakiti sy seperti yang sebelum-sebelumny. Penyesalan pernah ada. Membiarkan seseorang menyakiti diri sy semena-mena. Karena itu, sekarang sy akan menjaga diri sy sekuat yang sy bisa. Bukan sy naif, karena bahagia ga' mungkin ada tanpa sedih, sehat ga' mungkin ada tanpa sakit. Sy hanya ingin memilih, kepada siapa diri ini pantas untuk "disakiti".

Jangan khawatir. Untuk saat ini mungkin sy memang berhenti mencari. Biarkan sy menutup mata sy, menutup telinga sy, menutup mulut sy. Biarkan sy nikmati hidup ini dengan cara sy. Sy sudah terlalu lelah berjuang sebelumnya. Maka untuk saat ini biarkan sy menjalani hidup ini dengan perlahan. Biarkan sy menikmati setiap sudut kehidupan yang sebelum ini selalu terlewat. Biarkan sy menikmati waktu-waktu berharga ini, waktu-waktu untuk berdua dengan diri sy, yang selama ini belum pernah sy berikan.

ps : Terima kasih yg sangat untuk kedua orang tua sy, yang hingga saat ini selalu menghargai keputusan sy. Yang hingga saat ini terus mendukung apapun yang sy lakukan. Yang hingga saat ini selalu mengerti segala alasan tak terucap meskipun dunia menganggap hidup ini hanya sekedar target, bukan proses. U two are the best parent I ever have =)