Tampilkan postingan dengan label Papi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Papi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2012

LDR-to-be

Ass..

Dari tadi asik ngerajut, nyelesaiin proyek bikin kupluk yang kemarin sempat salah ukuran, iseng-iseng ngelirik ke lemari buku yang ada disebelah kanan saya. "My @LongDistance_R". Buku punya Lisda, soal LDR yang dia beli sejak mulai kuliah ini. Hmm, dalam beberapa bulan kedepan pun, masa depan kami juga sedikit-sedikit akan mulai terlihat.

Long distance relationship.

Ya.

Long. Distance. Relationship.

Mungkin 2 ato 3 bulan lagi, kami akan menyandang status itu. Saya di Balikpapan, dan dia di Solo. Sebenarny ini bukan LDR pertama kami. Akhir taun 2010 sampe awal taun 2011 kemarin kami sempat LDR'an sekitar 4 bulan. Dan setelah itu kami kembali menjalani hubungan normal sampe sekarang. Kalau diingat-ingat, sepertiny LDR bukan hal yang sulit saat itu. Kami bertelepon setiap hari, bersms setiap saat, sama seperti hubungan yang kami jalani sekarang. Walaupun 1 kota tapi jarang bertemu. Dan itu cukup bisa saya nikmati sejauh ini =)

Dalam 2 ato 3 bulan kedepan, saya harus memenuhi perjanjian dengan ortu saya. Dan dia pun harus memenuhi perjanjianny dengan ortuny.

Dalam 2 ato 3 bulan kedepan, jalan yang kami tempuh mulai berbeda. Dia berjuang untuk diriny dan diriku di Solo, dan saya berjuang untuk diriku dan diriny di Balikpapan. Jauh.

Mungkin ga' akan jauh berbeda dengan saat ini. Sekarang pun jarang bertemu. Walau kami tetap mengusahakan untuk bertemu minimal sekali seminggu. Lalu berhubunganny gimana? Sama seperti yang lainny, lewat sms, lewat telpon, lewat chatting, lewat fb. Jaman udah canggih sekarang, Coy!
Bedany, kalau sekarang saya cukup menahan rasa rindu setidakny dalam satu minggu. Maka dalam 2 ato 3 bulan kedepan, saya harus bisa menahan rasa rindu dalam jangka waktu yang cukup lama. Entah sebulan, 6 bulan, 1 taun, ato mungkin bahkan 4 taun.

Dalam 2,5 taun ini, kami sudah diuji dengan berbagai macam ujian dengan tatap muka. Ada yang mudah, ada yang sulit, ada yang membuat kami hampir ingin menyerah. Tapi keadaan saat ini membuktikan bahwa kami berhasil melalui semuany, walau tersendat-sendat. Kami tetap bersama saat ini.
Dalam 2 ato 3 bulan kedepan, kami diuji dengan cara saling berjauhan, dengan cara tidak saling bertemu. Masalah pasti ada, mungkin lebih berat. Ujian tidak akan pernah selesai. Tapi semua harus dihadapi. Untuk melihat, apakah baginya saya masih cukup berharga untuk dipertahankan,,apakah dia masih cukup berharga untuk saya pertahankan. Apakah jarak jauh ini, cukup berharga untuk kami.

Dalam 2 ato 3 bulan kedepan, jalan kami akan mulai berbeda. Saya kesini, dan dia kesana. Tapi tujuan kami tetap sama. Kami berjuang untuk tujuan yang sama. Tidak ada yang berubah, yang berubah hanyalah kami berjuang dari tempat yang berbeda.

Ga' ada yang perlu dicemaskan sebenarny. Cukup menikmati setiap momen yang ada. Dan yang paling penting yang perlu dilakukan saat ini adalah, menikmati saat-saat bersama, sebelum terpisah jaauuuhh..

Yang cukup bikin saya kepikiran adalah, berapa lamakah waktu yang dibutuhkan sampe kami bisa bertemu lagi..? T_T
1 taun? 4 taun? Itu sungguh waktu yang sangat lama T_T

Senin, 09 Juli 2012

The Blessed One

Ass..

Awalny, pikiran untuk menjalani hubungan ini dengan super serius itu tidak pernah ada. Hanya mencoba menjalani apa adany. Alasan utamany sebenarny adalah karena aku takut, dari keseriusan niat itu, maka akan dengan mudah digagalkan oleh hal-hal tak terduga. Sebenarny hanya tidak mau hubungan ini berakhir semudah itu. Mungkin, sebenarny juga, sejak awal, keseriusan dalam menjalani hubungan ini membuat aku ingin berpikiran untuk tidak terlalu serius.

Tapi ya, Alhamdulillah bisa bertahan sampe sejauh ini. Walaupun jalan masih jauh, panjang, dan ga' jelas ujungny. Tapi menjalaniny bersamany dengan segala kelebihan, kekurangan, dan segala masalah-masalah yang ada, sudah menjadi hidupku.

Terkadang, muncul pikiran "he's the one". Sekilas. Mungkin terlalu cepat, tapi pikiran-pikiran sekilas itu terkadang menguatkan disaat-saat lemah. Ga' ada alasan lain. Dia mampu membuat aku merasa lebih nyaman dengan diriku sendiri. Dia mampu membuatku merubah hal-hal, sehingga hal yang tadiny membuatku sulit, menjadi hal yang lebih baik. Dia membuatku bisa menerima diriku seutuhny.

Pertama kali dalam hidupku, bertemu dengan seseorang yang ga' bisa kuabaikan. Padahal menjadi seorang yang apatis merupakan suatu hal yang paling kukuasai. Tapi aku menjadi orang super-tidak-apatis kalo hal itu berkaitan dengan dia. Sampe-sampe, aku lupa gimana rasany tidak mempedulikan orang. Betapa dulu setengah mati aku berharap Tuhan mau mengganti pribadiku dengan pribadi orang lain. Mengubah cuekku menjadi seseorang yang lebih manusiawi. Dan saat ketemu dia, seolah dengan mudahny semua yang aku inginkan terjadi pada didiriku, menjadi benar-benar terjadi.

Pertama kali dalam hidupku, aku berani membuka diri pada seseorang. Semua hal yang dulu kusimpan rapat-rapat, bisa kupercayakan padany. Bagi diriku yang dulu, curhat sama dengan skakmat. Karena aku takut, diriku ga' bisa diterima. Sehingga untuk mulai bercerita aja terasa berat. Tapi berbeda ma dia. Semua terasa ringan, kae air mengalir. Aku tidak takut. Karena aku tau, dia bisa menerima diriku.

Kaeny lebay ya, hehe.. Tapi inilah.. yang lagi kurasakan sekarang.
Kalo ga' bersyukur untuk hal ini, aku bisa dihukum Allah =)