Rabu, 18 Januari 2012

SP

Today's word :

Pengen nonton Simple Plaaannnn......!!!!!

Rabu, 11 Januari 2012

xoxo

Apalagi yang bisa kulakukan selain bersyukur..
Memiliki kamu, yang mau menerima semua yang ada di aku.

Selasa, 10 Januari 2012

Catatan Di Hari Hujan

Ass..

Sedikit teringat kisah lama. Waktu saya lagi 'lucu-lucu'ny, lagi 'polos-polos'ny. Saat itu, menurut saya dunia tidaklah keras, tidaklah sulit menghadapi apapun. Mungkin karena sifat saya yang saat itu cuekny keterlaluan, hanya hal-hal baik dan indah yang bisa saya lihat, saya dengar, dan saya rasakan.

Menjalani hidup penuh dengan senyuman adalah salah satu hal yang paling biasa saya lakukan.

Cuaca ga' selalu bagus. Kadang hujan, kadang cerah, kadang bergemuruh, kadang berpelangi. Tapi seperti yang saya bilang sebelumny, hanya pelangi yang saya lihat. Naif mungkin. Atau karena jiwa saya yang saat itu masih terlalu kanak-kanak (atau sekarang?).

Lambat laun mata saya semakin terbuka. Saya mulai bisa melihat segala kesulitan dan penderitaan hidup. Keluhan-keluhan, kesusahan orang lain, kesedihan orang lain. Saya mulai sadar, ternyata ga' cuma ada pelangi.

Salah satu hal yang paling saya ingat, saat saya SMA. Saat itu saya abis ulangan pelajaran yang saat itu menurut saya sangat sulit, tapi saya lupa apa. Tepat setelah ulangan selesai, semua teman-teman mulai menjerit-jerit, "Ulanganny susaah", "Aku salah jawaaabb", "Remidi deh akuu", dan lain sebagainy. Disaat yang bersamaan, saya hanya mampu terdiam dan mengamati sekeliling saya. Bagaimana mungkin mereka bisa begitu mudah mengatakan hal yang sangat sulit untuk saya katakan?

Akhirny saya sadar. Sebenarny saya bisa merasakan kesulitan itu, penderitaan itu, tapi saya hanya terbiasa untuk tidak menyuarakanny, untuk terus menyimpanny untuk saya sendiri. Mungkin selama ini saya hanya terus meyakinkan diri saya, bahwa hal ga' enak pasti akan berakhir, dan itu ga' layak untuk diingat. Karena semakin dibicarakan, justru akan semakin tersimpan dalam ingatan.

Dulu saya merasa sedih dan bingung. Kenapa sulit bagi saya untuk menyuarakan apa yang saya rasa. Sepertiny menyenangkan kalau bisa mengutarakan apapun.

Tapi seperti dihantam benda keras, saya sekarang sadar. Saya merindukan diri saya yang dulu. Diri saya yang lugu, diri saya yang polos, diri saya yang gampang tertipu, diri saya yang memandang semua hal dari bagian terindahny.

Sepertiny saya telah cukup jauh berlari, hingga kehilangan arah.

Fiuh...

Ocehan Ga' Jelas

Today's Word :
Saudara-saudara yang umurny deket udah pada nikah. Trus saya kapaann??
Galau mode : ON

Senin, 05 Desember 2011

Am I worth it?

Saya cuma manusia biasa. Sama seperti kamu, sama seperti mereka, sama seperti semua orang.

Saya bisa merasakan sakit saat disakiti.
Saya bisa menangis saat merasa sedih.
Saya bisa marah saat merasa kesal.
Saya bisa terkejut, saya bisa senang, saya bisa kecewa, saya juga bisa merasa putus asa.

Walau saya terkadang berbeda dari kebanyakan orang..
Walau saya cuek.
Walau saya ga' peka.
Walau saya apatis.
Walau saya terlalu gampang percaya.
Walau saya terlalu mudah memaafkan.
Tapi kamu ga' berhak melukai saya sedalam ini.

Tak sedikit hal-hal ga' enak yang pernah saya alami.
Tak sedikit hal-hal diluar nalar saya yang terjadi.
Tak sedikit saya dilukai.
Memang selalu saya maafkan.
Karena bagi saya, wajar kalo manusia melakukan salah.
Karena kita semua tidak sempurna.
Karena saya pun tidak sempurna, mungkin sesekali saya juga menyakiti.

Tapi entah kenapa, untuk yang terjadi sekarang rasany ga' adil.
Saya ga' ingin mendendam.
Saya sudah memaafkan.
Saya sudah mengikhlaskan.
Tapi tetap selalu terngiang-ngiang dikepala.

Hal itu sudah melukai titik terdalam yang ada didiriku.

Ingin bersikap wajar, seperti biasany.
Ingin tersenyum dengan tulus.
Ingin melakukan banyak hal baik tanpa pamrih.
Tapi rasany berat..

Satu sisi, merasa benar.
Satu sisi, merasa salah.

Merasa benar, karena saya sudah mencapai titik jenuh saya untuk memberi maaf.
Sudah merasa, memberi maaf tidak selalu harus berhubungan baik lagi.
Memberi maaf, bukan berarti memberi kesempatan untuk disakiti lagi.
Memberi maaf, sesekali berarti 'pergi'.

Dan..
Merasa salah, karena saya merasa belum sepenuhny memaafkan.
Seharusny, memaafkan berarti melupakan dan menganggap tidak ada yang terjadi.
Memaafkan berarti dapat tersenyum tulus.
Seharusny memaafkan, karena saya juga manusia yang penuh salah.

Sebenarny, memaafkan itu bagaimana sih..?